SURABAYA: Sektor UKM di Jatim diperkirakan masih akan memberikan kontribusi PDRB yang relatif besar meski penyerapan pembiayaannya tergolong lamban.
Ketua Forum Daerah (Forda) UKM Jatim Nurcahyudi mengatakan pasalnya UKM masih mendominasi sektor usaha di Jatim dan terbukti memiliki ketahanan terhadap krisis. Sebagian besar usaha kecil menengah itu membidik pasar domestik.
"Dalam situasi krisis global seperti sekarang ini, ekonomi daerah akan sangat bergantung pada kekuatan pasar lokal," ujarnya hari ini.
Jatim lewat jutaan UKM memiliki kekuatan pasar lokal atau domistik yang relatif besar. "Oleh karena itulah saya optimistis sektor UKM ini bisa diandalkan untuk memberikan kontribusi besar terhadap PDRB [produk domestik regional bruto]."
Menurutnya, potensi pasar UKM sangat besar. Dengan jumlah penduduknya sebesar 237 juta, akan tetap menjadi pasar potensial bagi UKM dalam negeri.
"Saya optimistis, tahun ini kinerja UKM akan naik sekitar 10% dengan catatan harus ada dukungan kebijakan pemerintah yang pro-UKM, seperti tidak mengeluarkan kebijakan moneter dan fiskal yang merugikan kalangan UKM," ungkapnya.
Pemprov Jatim tahun ini mematok kontribusi UKM terhadap PDRB setempat akan mencapai 57%, naik 5% dibandingkan dengan tahun lalu.
Data Pemprov Jatim menunjukkan tahun lalu kontribusi UKM terhadap PDRB mencapai 52%, atau sebesar Rp450 triliun. Saat ini jumlah UKM di Jatim mencapai sekitar 4,2 juta unit usaha. (tw)









