JAKARTA: Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) akan menjajaki pasar ekspor produk UKM ke sejumlah negara Timur Tengah dan Asia melalui pertemuan Rembug Nasional Saudagar Nahdlatul Ulama yang digelar akhir Januari mendatang.
Ketua HPN Abdul Kholik mengatakan sejumlah kedutaan besar negara muslim seperti Arab Saudi, Qatar, Iran dan Riyadh termasuk pengusaha asal Taiwan sudah menyatakan kesiapannya bergabung dalam pertemuan dengan pelaku usaha kecil menengah (UKM) Nadhliyin.
“Kami akan menjajakai pasar ekspor ke sejumlah negara. Mereka sudah memberikan respons yang bagus,” katanya hari ini.
Abdul Kholik mengatakan potensi pelaku UKM para pengikut NU atau Nahdliyin sendiri bisa mencapai 1 juta orang. Sebagian pengusaha yang tergabung dalam HPN sudah mempunyai jaringan ekspor namun masih banyak juga yang tertinggal dna membutuhkan pembinaan dan bimbingan.
“Kami ingin memberdayakan si kecil namun membuat nyaman si besar,” ujarnya.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengatakan gerakan NU di Indonesia diawali dengan gerakan ekonomi dan pemberdayaan umat.
Sejak dulu umat Islam diajarkan untuk berdagang sehingga pemberdayaan UKM oleh NU menjadi salah satu fokus organisasi keagamaan itu.
Namun, Said mengakui jika mayoritas masyarakat Nadhliyin saat ini masih tertinggal di sektor ekonomi sehingga perlu kembali didorong.(api)









