Selamat Idul Fitri 1431H
Pupuk Ramah Lingkungan dari Rumput Laut
Berbagai jenis rumput laut yang dianggap tidak memiliki nilai ekonomis ternyata bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk organik. Kandungan unsur hara mikro dan makronya lebih tinggi dari pupuk urea.
Lautan menyimpan begitu banyak sumber daya hayati yang bernilai jual tinggi. Selain beragam jenis ikan, kekayaan laut lainnya yang bermanfaat bagi manusia ialah rumput laut. Selama ini, rumput laut banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, seperti jelly atau agar-agar, roti, salad, saus, dan es krim. Selain bahan makanan, tumbuhan laut yang termasuk keluarga gangga itu dapat diolah menjadi minuman semisal yoghurt dan sirup.
Rumput laut juga kerap diekstrak untuk dijadikan bahan baku farmasi, kosmetika, dan bahan bakar. Karenanya, tidak heran jika rumput laut jenis tertentu banyak dibudidayakan untuk memasok kebutuhan industri. Menurut peneliti utama bidang produk alam laut dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rachmaniar Rachmat, ada beberapa jenis rumput laut bernilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia.
Pemerintah ancam tak terbitkan SPP sapi bakalan
Menteri Pertanian Suswono menyatakan para feedloter jangan memiliki kekhawatiran tidak akan mendapatkan pasokan sapi. "Jika memang kurang maka pemerintah dapat mengeluarkan SPP baru. Jika mereka menahan terus justru kami tidak akan memberikan izin SPP kepada mereka," tegasnya seusai panen raya bersama Menko Perekonomian dan menteri terkait di Indramayu, hari ini.
Mentan menyatakan para feedloter melakukan aksi hemat dalam menyalurkan stok sapi karena takut pasokan ternak ke rumah potong hewan (RPH) kurang.
Donut Utami akses KUR
Atas saran Presdir PeacBromo, Alhamdulillah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saya ajukan kepada BRI untuk tambahan modal kerja donat kampung, akhirnya terealisasi hari ini.
"Untuk bisa menjadi besar, harus belajar dari kesempatan-kesempatan kecil. Termasuk bagaimana cara berhubungan dengan bank", demikianlah, saran beliau kepada saya. KUR merupakan program penyaluran penjaminan kredit melalui perbankan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif Indonesia di tingkat usaha kecil yang berbasis warisan budaya bangsa.
(Rosidah W. Utami, owner Donut Utami)
Bank Jatim Turunkan Bunga KUR
Penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jatim masih minim. Dari target akhir tahun Rp 750 miliar, hingga saat ini yang tersalurkan baru Rp 51 miliar. Agar lebih diminati masyarakat, bank milik Pemprov Jatim itu memutuskan untuk menurunkan bunga KUR.
"Pemerintah menetapkan bunga maksimal adalah 14 persen. Suku bunga itu yang sebelumnya kami anut. Per September, suku bunga KUR Bank Jatim turun menjadi 12 persen," kata Direktur Pemasaran Bank Jatim Sjamsul Arifin di kantornya kemarin (30/8).
Sjamsul menambahkan, penyaluran KUR di Bank Jatim mulai terealisasi Mei lalu. Menurut dia, mencari pengusaha mikro yang usahanya feasible dan belum bisa mengakses perbankan itu tidak mudah. Termasuk persyaratan calon debitor yang pada saat mengajukan aplikasi tidak sedang menikmati fasilitas kredit dari bank atau lembaga keuangan lain. "Bulan depan, kami memacu peningkatan penyaluran melalui executing dan channeling dengan menggandeng koperasi dan BPR," tambahnya.
Artikel Lain...
Halaman 1 dari 4
- «
- Mulai
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- Berikutnya
- Akhir
- »





















